Showing posts with label goresan ilusi. Show all posts
Showing posts with label goresan ilusi. Show all posts

Tuesday, August 7, 2012

serpih berserakan


desiran kata kala mentari mulai menepi
elegi hidup saat sendiri, sembunyi dalam hening di lautan kecemasan
siapa gerangan?
tak lain sesosok jiwa dengan redup terang perasaan
ingin tenggelam tersapu ombak pantai kebimbangan
naluri hati seorang laki laki mencari serpih berserakan
yang terhempas oleh karang tajam di tepian kehancuran

pernah rasa itu hilang sekejap mata
raib ditelan prasangka karna curiga
inikah cinta yang sebenarnya nyata
atau tautan hati yang tak dapat sirna meski api smakin mati
naluri hati seorang laki laki mencari serpih berserakan
dirimu candu
aku pilu menunggu layu
renggut detak hidupku dengan kisah tak bertepi sampai nanti
ini aku dengan segenap batin dan ragaku




Friday, August 3, 2012

Dirimu


Senja di sore hari, awan merah merona selayak merah di pipimu
Bulan sayup berseri menatap malam begitu indah selayak matamu
Embun pagi di pucuk daun segar menyejukkan, selayak hatimu

Aku luluh. Dalam pesona raut bidadari surga, menjelma.
Menjadi sesosok hawa di dunia.
Membelenggu jiwaku dalam kedamaian.
Terpatri

Saat melihat dunia dalam terang
Terlihat sosokmu
Saat melihat dunia dalam gelap
Tergambar bayang dirimu

Arjuna terpaku
Wangi bunga bermekaran, harum.
Seharum lembut bingkai jwamu.

Tak dapat terlepas
Tak dapat terhenti
Tak dapat terganti

Hati terus bisikkan namamu
Otak selalu tentang dirimu
Karena bukan yang lain.
Hanya satu dirimu,

Cinta itu anugrah.