Monday, October 15, 2012

1


Terimakasih untuk menghilangkan kebodohanku
Terimakasih untuk memegangku dalam ambang batas keterpurukanku
Terimakasih untuk sinar terang dalam langkah gelap hari-hariku
Terimakasih karena raga dan logika kembali menemani

Semua pasti terjadi dan berlalu
Dan Tuhan selalu memberikan jalan untuk sebuah kebenaran
Untuk sebuah kejujuran dan ketulusan
Atas nama cinta dan perbuatan

Terlalu lama menatap kebelakang
Hingga melupakan hidup tak akan kembali dan berbalik
Terimakasih untuk  membuatku memahami
Apa itu arti cinta dan kasih sayang

Disetiap langkah penuh harap
Malaikat kecil menemani untuk sisa hidup kini dan nanti
Dalam ketulusan berwujud kebahagiaan maupun kesedihan
Dalam hari – hari di setiap kebersamaan

Semoga Tuhan selalu mengiringi langkahku dalam jalan kebaikan.




Tuesday, September 4, 2012

Rasa dalam kata


Berlari aku terjatuh
Berjalan aku tertatih
Berdiri aku tak seimbang

Melihat aku minitik
Mendengar aku terbising
Menyentuh aku terluka

Mendekat aku terlempar
Menjauh aku tersayat

Berkhayal aku tersenyum
Bermimpi aku bahagia

Terbangun, lalu ku berdiri
Goyah tak seimbang. Lalu terdiam.
Lantas?

Kucari mimpi itu, terus berjalan terus berlari.
Meski tertatih, meski terjatuh entah kesekian.
Menemukan sosok nyata dirinya yg kulihat dalam mimpi.
Kutemukan.
Lantas?

Kuhampiri, seperti bayang semu namun indah nyata. Berdiri aku dihadapan.
Terhempas
Tertindas
Terulang
Lantas?

Diam, termenung, menatap, bertahan.
Demi bersama
Untuk bahagia.

Cukup panjang untuk menemukan
Kenyataan


Teriakan yang tak satupun mengerti 
akupun begitu.
terdiam dalam kenyataan.
mencoba menumpahkan rasa dalam kata.
cukup aku sendiri yang tahu.

tertawa mungkin bagi mereka
cerita konyol tentang daya seorang manusia
seharusnya dapat pergi dan berpaling namun tak sanggup
bukan karna tak mampu, tapi rasa apa ini
rasa yang terus ada sampai saat ini. 

semakin merendah, mengemis, terkikis
bukan untuk harap belas kasihan
namun agar tau apa itu kesungguhan

tahu, pura pura tak melihat 
menganggap ini lelucon
seorang aku
kehilangan aku 

lucu mungkin baginya
dianggap keledai 
mengapa aku.

pahit bisa hilang dengan manis
benci bisa hilang dengan cinta
sebaliknya.
yang kulakukan dulu untuk merubah rasa

kini, entah akan terulang lagi.
namun sampai saat ini rasaku belum berubah.
dan kau tau itu.

Sunday, August 26, 2012

PALAPSI


Salah satu alasanku pribadi kenapa suka berproses dan belajar di Palapsi:
 Disini aku melihat bukti nyata bukan cuma para pemimpi tapi para pembuat mimpi jadi kenyataan. Melihat sendiri hebatnya pendahulu Palapsi dengan berbagai XPDC, melihat orang - orang Palapsi yang memaknai kata "NEVER GIVE UP"  bukan hanya untuk omong kosong. Melihat orang - orang yang mau berusaha untuk tujuanya. Jujur, pernah aku merinding liat buku dan CD XPDC Thailand. Ya aku mikirnya "kok iso ya?" .Mereka yang membangun kenyataan dari mimpi. Bukan sebagian, tapi mereka semua. Mereka yang berjuang bertahun tahun untuk mimpinya. Mungkin semacam realisasi titik putih kecil di lambang Palapsi, itu yang aku tau. Orang - orang seperti itu amat sangat langka ditemukan. Dan itu aku temukan di Palapsi. Lalu?  Aku seorang pemimpi dan berusaha mewujudkannya. Aku akan sangat senang jika kita mimpi bersama. Mempunyai satu tujuan yang sama. Seperti satu titik putih yang akan terus ada di lambang itu. Mari berusaha mewujudkannya. Entah apa perwujudanya nanti. Entah apa hasil yang akan terjadi.  Setidaknya kita benar - benar memaknai kata "NEVER GIVE UP".

Saturday, August 11, 2012

sebelum terlambat


Ketika panas matahari dianggap merusak hari hari dalam terangnya siang
Dan saat langit  berubah gelap tanpa sinar
Semuanya sudah terlambat untuk menyadari bahwa mataharilah yang memperhatikan serta membuat apa yang ada terlihat indah dan berwarna.

Ketika hal hal kecil dari orang lain disekitarmu terasa tak bermakna atau kau abaikan,
Suatu saat kau akan merasakan ketika kau berada di sisi yang lain.
Kemudian menyadari semuanya sudah terlambat.
Bahwa yang telah kau rasakan itu merupakan ketulusan untukmu.

Renungkan.
Sebelum terlambat untuk menyadari, 

Tuesday, August 7, 2012

serpih berserakan


desiran kata kala mentari mulai menepi
elegi hidup saat sendiri, sembunyi dalam hening di lautan kecemasan
siapa gerangan?
tak lain sesosok jiwa dengan redup terang perasaan
ingin tenggelam tersapu ombak pantai kebimbangan
naluri hati seorang laki laki mencari serpih berserakan
yang terhempas oleh karang tajam di tepian kehancuran

pernah rasa itu hilang sekejap mata
raib ditelan prasangka karna curiga
inikah cinta yang sebenarnya nyata
atau tautan hati yang tak dapat sirna meski api smakin mati
naluri hati seorang laki laki mencari serpih berserakan
dirimu candu
aku pilu menunggu layu
renggut detak hidupku dengan kisah tak bertepi sampai nanti
ini aku dengan segenap batin dan ragaku




Friday, August 3, 2012

Dirimu


Senja di sore hari, awan merah merona selayak merah di pipimu
Bulan sayup berseri menatap malam begitu indah selayak matamu
Embun pagi di pucuk daun segar menyejukkan, selayak hatimu

Aku luluh. Dalam pesona raut bidadari surga, menjelma.
Menjadi sesosok hawa di dunia.
Membelenggu jiwaku dalam kedamaian.
Terpatri

Saat melihat dunia dalam terang
Terlihat sosokmu
Saat melihat dunia dalam gelap
Tergambar bayang dirimu

Arjuna terpaku
Wangi bunga bermekaran, harum.
Seharum lembut bingkai jwamu.

Tak dapat terlepas
Tak dapat terhenti
Tak dapat terganti

Hati terus bisikkan namamu
Otak selalu tentang dirimu
Karena bukan yang lain.
Hanya satu dirimu,

Cinta itu anugrah.

Tuesday, July 31, 2012

hidup


Nada, irama dalam bait – bait kata
Menyejukkan.
Lantang, lirih, merdu
Simphoni laku kehidupan

Tergores dalam karya pujangga
Berbinar semesta dengan suara
Melalui lantunan dari nirwana
Lalu merasuk dari sela indera

Terdengar
Kata penuh makna
Cipta karsa manusia
Merasuk, menjelma
Menemani dalam keping cerita


Selaksa terlupa
Dunia tak hanya ilusi semu
Nyata, terus menitih
Ketika berhenti lalu bergeming
Berlari atau mati?


Tersadar
Malaikat kecil gusar menilik
Ternyata dunia bukan surga 
Waktunya menjemput separuh jiwa
Menulis lembar takdir yang sesaat pernah terlupa.

Saturday, July 28, 2012

Bukan Tanpa Alasan


Siang begitu terik dan malam begitu dingin
Tapi menyatu
Semua yang ada memang tak sendiri


Siang - malam
Terang - gelap
Putih - hitam
Muda - tua
Manis - pahit
Bumi - langit
Laki laki - perempuan

Manusia mengerti dan mencari
Karena semua berawal dari perbedaan
Perbedaan untuk saling bersama
Perbedaan untuk saling menemukan
Bukan tanpa alasan


Lalu apa? Tanyalah kepada cinta dan perasaan
Karena setiap tangan akan saling menggenggam
Setiap mata akan saling menatap
Dan setiap hati akan saling mengisi.

Sunday, July 22, 2012

Kafe PLP

Selamat datang bulan Ramadhan. Kali ini saya dan teman - teman Palapsi melakukan event dana sekaligus untuk mengisi waktu di bulan Ramadhan. Event dana yang dilakukan yaitu membuka lapak untuk berjualan ta'jil di lembah UGM. Seperti kebiasaan setiap tahun, Lembah UGM memang menjadi lokasi dimana banyak orang berjualan makanan dan minuman untuk berbuka. Lokasi berjualan tepatnya di seberang pertigaan Fakultas Hukum, di depan kandang rusa. Ada beberapa jenis makanan yang dijual antara lain es buah, es kopyor, jelly punch, roti bakar dan juga pasta. Semangat berproses!

Rasakanlah


Hari dimana aku telah menemukan arti.
Aku
Aku merasakan aku. Benar ataupun salah, itu aku. Sayang ataupun sakit, itu aku. Aku berarti.
 Aku
Tak terpikirkan orang lain. Biarkan orang memilih, biarkan orang lain menilai apa yang ingin mereka lakukan.
Aku
Segenggam hati berisi perasaan cinta dan kasih. Memang sakit, perih. Sudahlah. Percayalah bahwa semua itu penuh makna. Jika seseorang yang sangat aku sayangi menghilang, ikhlaskan. Biarkan sinar matahari, bulan dan bintang mengiringi langkahnya. Semoga hidupmu bahagia.
Aku
Aku hidup. Hidup memang penuh makna, penuh arti. Sudahlah. Aku kini memaknai apa yang terjadi. Tak ada yang salah dengan cinta. Biarkan angin mengantarkan guguran guguran jiwa rapuh. Biarkan jiwa itu pergi.
Aku
Bukan seseorang yang perlu dikasihani. Sudah cukup kasih yang diberikan olehMu Tuhan. Aku masih bisa merasakan hidup. Aku masih punya bahagia, suka cita, cinta dan kasih yang akan terus ada. Bersemayam di setiap rongga rongga hati seorang laki laki. Aku tahu Tuhan mengerti. Karena itu Ia menciptakan aku.
Aku
Menciptakan seorang aku agar bisa merasakan tegar. Bukan orang lain. Biarkan masalah ini larut. Aku percaya suatu saat nanti, Tuhan akan menunjukkan yang terbaik. Mengisi butir butir kisah dengan senyum tawa yang sesungguhnya.
Kau
Rasakanlah. Setiap waktu yang berlalu nanti, biarkan cinta yang sebenarnya hadir. Bukan hanya dari apa yang kau pikir dan apa yang kau rasa. Tapi dari semuanya. Kasih sayang yang sebenarnya akan hadir. Hadir padamu. Rasakanlah. Kejujuran pasti akan nyata. Kemudian berfikirlah. Berfikir dengan tulus, ikhlas. Berfikirlah, mana yang benar. Kemudian jujurlah dengan apa yang kau rasa. Jangan mengingkari, karena setiap helai kebohongan akan terbayar dengan luka. Biarkan kekuatan kejujuran mengisi setiap warna kehidupan. Jika kejujuran terasa perih, laluilah. Tetaplah pada kejujuranmu. Suatu saat nanti kau akan merasakan. Siapa seseorang yang benar benar tulus memperhatikan dan menyayangimu dengan hati.