Saturday, January 5, 2013

The beginning


Just give me a reason
To keep my heart beating
Don’t worry it’s safe right here in my arms
As the world falls apart around us
All we can do is hold on, hold on

Take my hand
And bring me back

I risk everything if it’s for you
I whisper into the night
Telling me it’s not my time and don’t give up
I’ve never stood up before this time
Demo yuzurenai mono itta kono te wo hanasanai

So stand up, stand up (Just gotta keep on running)
Wake up, wake up (Just tell me how I can)
Never give up
Kuru wa shimi hodo setsunai

Just tell me why baby
They might call me crazy
For saying I’d fight until there is no more
Fureri wo fukunda senkougankou wa kankakiteki shoudou
Blinded, I can’t see the end
So where do I begin?

Say another word, I can't hear you
The silence between us
Nanimo nai you ni utsuteru dake
I take this chance that I make you mine
Tada kakusenai mono kattate yori misekakete

So stand up, stand up (Just gotta keep on running)
Wake up, wake up (Just tell me how I can)
Never give up
Kanashimi to setsunasa

Just give me a reason
To keep my heart beating
Don’t worry it’s safe right here in my arms
Kudaketenaide saite jita kono omoi wa
So blinded I can’t see the end

Look how far we made it
The pain i can’t escape it
Kono mamajya mada owarase koto wa dekinai deshou
Nando kutabarisou demo kuchi hateyou tomo owariwanaisa
So where do I begin?

Nigirishimeta ushinawanu youni to
Te wo hirogereba koboreochisou de
Ushinau mono nado nakatta hibino dasei wo suteteĆ¢€¦kimi wo

Just tell me why baby
They might call me crazy
For saying I’d fight until there is no more
Fureri ukanda senkougankou wa kangakiteki shoudou
Blinded, I can’t see the end

Look how far we made it
The pain i can’t escape it
Kono mamajya mada owaraseru koto wa dekinai deshou
Nando kutabarisou demo kuchi hateyou tomo owariwanaisa
It finally begins..

The beginning
ONE OK ROCK

Saturday, December 22, 2012

Doaku di nadimu


Karena manusia hidup atas pertimbangan dan pilihan. Masalalu, masa depan dan saat ini. Terkadang lupa, saat ini dan masa depan bukan untuk masa lalu, sebaliknya. Yang dihidupkan tidak untuk diam dan menatap kebelakang. Setiapnya diberi keberanian dan pikiran. Ada saatnya mempertahankan, mengenang bahkan melupakan. Balik mundur lembaran kertasmu untuk menatap dan belajar, lalu balik kembali dan isi lembaran kosong masa depanmu.  Dimensi waktu selalu maju. Lihatlah, laluilah. Tak ada yang sama tentang persepsi, intuisi, hati. Aku diam karena mendengar, memperhatikan. Diam karena keikhlasan. Jika cinta ini terus tumbuh, tumbuhlah dalam keikhlasan. Dewasa itu berusaha dan menerima. Mengerti dan berbagi. Tak hanya disaat senang ataupun sedih. Tapi disaat datar sekalipun. Yang menurutku benar belum tentu benar dimata orang lain, begitu pula yang menurutku salah belum tentu salah dimata orang lain. jika aku dianggap benar atau salah, biarlah. Semua punya hak atas persepsi, dan belum tentu. Pilihan. Yang diambil dengan persepsi masing - masing, dan belum tentu. Semoga pilihan membawa pada sekarang dan masa depan, bukan masa lalu. Karena yang telah kita ketahui tak cukup untuk mewakili. Tersenyumlah, tapi tidak dengan keangkuhan dan kesombongan. Diatas langit masih ada langit. Meski diatasnya tak terlihat, itulah langit yang lebih indah. Mengarungi samudra tak berarti menaklukannya, melewati jeram tak berarti mampu sepenuhnya. Bersyukur. Telah melalui sendiri. Terus bersyukur, sebab kita tak tahu kalau ada samudra yang lebih luas, ada jeram yang lebih mematikan yang tanpa diketahui telah ada yang bisa melewatinya. Syukur.
Cinta selalu membawa pada bahagia, aku merasakan. Pencipta mengerti, merencanakan dan pasti akan memberi jawaban. Tawaku, laraku, sayangku. Ya, cinta dalam keikhlasan. Hati  telah membagi ruang untukku dan untuknya. Allah selalu memberi jalan yang terbaik. Dan apapun nanti jalan yang dituju, aku selalu mendoakan semoga itu jalan yang terbaik untuknya. Untuk yang telah mendoakanku. Doaku di nadimu.

Thursday, December 13, 2012

hangat, terang dan rapuh


Tatapan yang hanya tertuju pada satu titik semu. Ibarat manusia jaman dahulu yang hidup di mulut goa. Mereka menatap api yang menyala, membelakangi dunia luar dibalik matanya. Hanya terpusat pada cahaya api yang hangat, terang dan rapuh. Mereka enggan berbalik dan menatap dunia luas. Enggan atau takut? Entahlah.
Seutas perumpamaan.
Ketika seseorang dengan rasa dan logika menganggap sesuatu adalah benar baginya tanpa melihat sisi lain. Melihat dengan perspektif berlebih tentang apa dan bagaimana. Hitam dimatanya pun terlihat putih, hijau dimatanya pun telihat putih. Kenapa? Karena tak tahu kalau dunia tak sekecil dibayangannya. Tak tahu kalau ada deburan ombak di tepian pantai, tak perduli ada bintang dan bulan bersinar, tak pernah melihat matahari terbit dan tenggelam dari puncak gunung, tak melihat indahnya dunia. Kenapa? Karena dirinya hanya melihat api yang hangat, terang dan rapuh. Rapuh, dan akan benar benar rapuh hingga saat api yang dirasa terang dan hangat ternyata tinggal abu

Monday, October 15, 2012

1


Terimakasih untuk menghilangkan kebodohanku
Terimakasih untuk memegangku dalam ambang batas keterpurukanku
Terimakasih untuk sinar terang dalam langkah gelap hari-hariku
Terimakasih karena raga dan logika kembali menemani

Semua pasti terjadi dan berlalu
Dan Tuhan selalu memberikan jalan untuk sebuah kebenaran
Untuk sebuah kejujuran dan ketulusan
Atas nama cinta dan perbuatan

Terlalu lama menatap kebelakang
Hingga melupakan hidup tak akan kembali dan berbalik
Terimakasih untuk  membuatku memahami
Apa itu arti cinta dan kasih sayang

Disetiap langkah penuh harap
Malaikat kecil menemani untuk sisa hidup kini dan nanti
Dalam ketulusan berwujud kebahagiaan maupun kesedihan
Dalam hari – hari di setiap kebersamaan

Semoga Tuhan selalu mengiringi langkahku dalam jalan kebaikan.




Tuesday, September 4, 2012

Rasa dalam kata


Berlari aku terjatuh
Berjalan aku tertatih
Berdiri aku tak seimbang

Melihat aku minitik
Mendengar aku terbising
Menyentuh aku terluka

Mendekat aku terlempar
Menjauh aku tersayat

Berkhayal aku tersenyum
Bermimpi aku bahagia

Terbangun, lalu ku berdiri
Goyah tak seimbang. Lalu terdiam.
Lantas?

Kucari mimpi itu, terus berjalan terus berlari.
Meski tertatih, meski terjatuh entah kesekian.
Menemukan sosok nyata dirinya yg kulihat dalam mimpi.
Kutemukan.
Lantas?

Kuhampiri, seperti bayang semu namun indah nyata. Berdiri aku dihadapan.
Terhempas
Tertindas
Terulang
Lantas?

Diam, termenung, menatap, bertahan.
Demi bersama
Untuk bahagia.

Cukup panjang untuk menemukan
Kenyataan


Teriakan yang tak satupun mengerti 
akupun begitu.
terdiam dalam kenyataan.
mencoba menumpahkan rasa dalam kata.
cukup aku sendiri yang tahu.

tertawa mungkin bagi mereka
cerita konyol tentang daya seorang manusia
seharusnya dapat pergi dan berpaling namun tak sanggup
bukan karna tak mampu, tapi rasa apa ini
rasa yang terus ada sampai saat ini. 

semakin merendah, mengemis, terkikis
bukan untuk harap belas kasihan
namun agar tau apa itu kesungguhan

tahu, pura pura tak melihat 
menganggap ini lelucon
seorang aku
kehilangan aku 

lucu mungkin baginya
dianggap keledai 
mengapa aku.

pahit bisa hilang dengan manis
benci bisa hilang dengan cinta
sebaliknya.
yang kulakukan dulu untuk merubah rasa

kini, entah akan terulang lagi.
namun sampai saat ini rasaku belum berubah.
dan kau tau itu.

Sunday, August 26, 2012

PALAPSI


Salah satu alasanku pribadi kenapa suka berproses dan belajar di Palapsi:
 Disini aku melihat bukti nyata bukan cuma para pemimpi tapi para pembuat mimpi jadi kenyataan. Melihat sendiri hebatnya pendahulu Palapsi dengan berbagai XPDC, melihat orang - orang Palapsi yang memaknai kata "NEVER GIVE UP"  bukan hanya untuk omong kosong. Melihat orang - orang yang mau berusaha untuk tujuanya. Jujur, pernah aku merinding liat buku dan CD XPDC Thailand. Ya aku mikirnya "kok iso ya?" .Mereka yang membangun kenyataan dari mimpi. Bukan sebagian, tapi mereka semua. Mereka yang berjuang bertahun tahun untuk mimpinya. Mungkin semacam realisasi titik putih kecil di lambang Palapsi, itu yang aku tau. Orang - orang seperti itu amat sangat langka ditemukan. Dan itu aku temukan di Palapsi. Lalu?  Aku seorang pemimpi dan berusaha mewujudkannya. Aku akan sangat senang jika kita mimpi bersama. Mempunyai satu tujuan yang sama. Seperti satu titik putih yang akan terus ada di lambang itu. Mari berusaha mewujudkannya. Entah apa perwujudanya nanti. Entah apa hasil yang akan terjadi.  Setidaknya kita benar - benar memaknai kata "NEVER GIVE UP".

Saturday, August 11, 2012

sebelum terlambat


Ketika panas matahari dianggap merusak hari hari dalam terangnya siang
Dan saat langit  berubah gelap tanpa sinar
Semuanya sudah terlambat untuk menyadari bahwa mataharilah yang memperhatikan serta membuat apa yang ada terlihat indah dan berwarna.

Ketika hal hal kecil dari orang lain disekitarmu terasa tak bermakna atau kau abaikan,
Suatu saat kau akan merasakan ketika kau berada di sisi yang lain.
Kemudian menyadari semuanya sudah terlambat.
Bahwa yang telah kau rasakan itu merupakan ketulusan untukmu.

Renungkan.
Sebelum terlambat untuk menyadari, 

Tuesday, August 7, 2012

serpih berserakan


desiran kata kala mentari mulai menepi
elegi hidup saat sendiri, sembunyi dalam hening di lautan kecemasan
siapa gerangan?
tak lain sesosok jiwa dengan redup terang perasaan
ingin tenggelam tersapu ombak pantai kebimbangan
naluri hati seorang laki laki mencari serpih berserakan
yang terhempas oleh karang tajam di tepian kehancuran

pernah rasa itu hilang sekejap mata
raib ditelan prasangka karna curiga
inikah cinta yang sebenarnya nyata
atau tautan hati yang tak dapat sirna meski api smakin mati
naluri hati seorang laki laki mencari serpih berserakan
dirimu candu
aku pilu menunggu layu
renggut detak hidupku dengan kisah tak bertepi sampai nanti
ini aku dengan segenap batin dan ragaku




Friday, August 3, 2012

Dirimu


Senja di sore hari, awan merah merona selayak merah di pipimu
Bulan sayup berseri menatap malam begitu indah selayak matamu
Embun pagi di pucuk daun segar menyejukkan, selayak hatimu

Aku luluh. Dalam pesona raut bidadari surga, menjelma.
Menjadi sesosok hawa di dunia.
Membelenggu jiwaku dalam kedamaian.
Terpatri

Saat melihat dunia dalam terang
Terlihat sosokmu
Saat melihat dunia dalam gelap
Tergambar bayang dirimu

Arjuna terpaku
Wangi bunga bermekaran, harum.
Seharum lembut bingkai jwamu.

Tak dapat terlepas
Tak dapat terhenti
Tak dapat terganti

Hati terus bisikkan namamu
Otak selalu tentang dirimu
Karena bukan yang lain.
Hanya satu dirimu,

Cinta itu anugrah.

Tuesday, July 31, 2012

hidup


Nada, irama dalam bait – bait kata
Menyejukkan.
Lantang, lirih, merdu
Simphoni laku kehidupan

Tergores dalam karya pujangga
Berbinar semesta dengan suara
Melalui lantunan dari nirwana
Lalu merasuk dari sela indera

Terdengar
Kata penuh makna
Cipta karsa manusia
Merasuk, menjelma
Menemani dalam keping cerita


Selaksa terlupa
Dunia tak hanya ilusi semu
Nyata, terus menitih
Ketika berhenti lalu bergeming
Berlari atau mati?


Tersadar
Malaikat kecil gusar menilik
Ternyata dunia bukan surga 
Waktunya menjemput separuh jiwa
Menulis lembar takdir yang sesaat pernah terlupa.